Slider Widget

Ads Here

Sabtu, 27 Juni 2020

Review ASUS TUF Gaming B550M Plus WiFi: Board Menengah, Naik Kelas oleh - informasiamd.best

Halo sahabat selamat datang di website informasiamd.best, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Review ASUS TUF Gaming B550M Plus WiFi: Board Menengah, Naik Kelas oleh - informasiamd.best, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Penasaran dengan chipset AMD B550, chipset baru untuk platform AM4? Kali ini Alva Jonathan akan menjelaskan apa sebenarnya chipset AMD B550 ini. Motherboard yang digunakan kali ini adalah TUF Gaming B550M-Plus (Wi-Fi), sebuah motherboard Micro ATX yang terlihat cukup sederhana, tapi bisa memberikan kejutan yang menarik!

Overview

Chipset AMD B550 merupakan salah satu chipset baru yang rilis tahun 2019 kemarin, di mana chipset ini didesain sebagai chipset untuk kelas mid-range atau mainstream. Chipset AMD B550 ini tidak memiliki kompatibilitas ke belakang, di mana artinya chipset ini diijinkan secara resmi hanya untuk menjalankan Ryzen 3rd Generation. Namun, yang menarik, motherboard dengan chipset AMD 500 Series, termasuk AMD B550, akan mendapatkan dukungan untuk CPU AM4 Next-Gen yang menggunakan arsitektur Zen 3.

Salah satu hal yang membedakan AMD B550 ini dengan X570 adalah dukungan PCIe Gen 4 untuk CPU Graphics dan CPU Storage-nya. Namun berbeda dengan X570 yang seluruh lanes-nya telah menggunakan PCIe Gen 4, AMD B550 masih menggunakan lanes PCIe Gen 3. Jadi, seluruh konektivitas yang bersumber dari chipset, termasuk link dari chipset ke CPU, masih menggunakan PCIe Gen 3.

Setelah membahas sekilas tentang chipset AMD B550, kini kita akan masuk ke pembahasan untuk motherboard ASUS TUF Gaming B550M plus Wi-Fi yang menggunakan chipset tersebut. Port yang terdapat di back panel pada motherboard ini tergolong lengkap, dengan terdapat port sebagai berikut:

  • 1 x PS/2 keyboard/mouse combo port(s)
  • 1 x DisplayPort
  • 1 x HDMI
  • 1 x LAN (2.5G)
  • 2 x USB 3.2 Gen 2 (1 x Type-A+1 x USB Type-C)
  • 4 x USB 3.2 Gen 1 Type-A
  • 2 x USB 2.0
  • 1 x Optical S/PDIF out
  • 5 x Audio jack
  • 1 x BIOS FlashBack Button
  • 1 x ASUS Wi-Fi Module

Untuk spesifikasi utamanya, ASUS TUF Gaming B550M Plus Wi-Fi ini juga memiliki kelengkapan sebagai berikut:

  • Memory: 4 x DIMM, Max. 128 GB DDR4
  • Expansion Slot:
    • 3rd Gen AMD Ryzenâ„¢ Processors: 1 x PCIe 4.0 x16 (x16 mode)
    • AMD B550 Chipset :1 x PCIe 3.0 x16 (x4 mode) & 1 x PCIe 3.0 x1
  • Storage: mendukung 2 x M.2 Socket 3 & 4 x SATA 6Gb/s ports
  • LAN:
    • Realtek RTL8125B 2.5Gb Ethernet
    • TUF LANGuard
  • Wireless Data Network: Intel® Wi-Fi 6 AX200, 2×2 Wi-Fi 6 (802.11 a/b/g/n/ac/ax) support 1024QAM/OFDMA/MU-MIMO
  • Bluetooth: Bluetooth v5.1
  • Audio: Realtek ALC S1200A 7.1 Surround Sound High Definition Audio CODEC

Testbed

Untuk menguji performa dari motherboard ASUS TUF GAming B550M Plus Wi-Fi ini, hardware yang digunakan sebagai testbed terdiri dari:

  • Prosesor: AMD Ryzen 9 3950X
  • Memory: G.Skill Trident-Z RGB DDR4-3600 CL16
  • VGA: ASUS ROG Strix RX 5700
  • SSD:
    • Corsair MP600 (PCIe 4.0)
    • ADATA SX6000 Lite (untuk OS)
  • Power Supply: Seasonic 750W
  • Cooler: Corsair H105

Pengujian

PCIe Gen 4

Untuk pengujian awal, mari kita masuk lebih dulu ke pengujian yang mudah, yaitu pengujian terhadap PCIe Gen 4. Untuk pengujian PCIe Gen 4 ini, kami membandingkan RX5700 PCIe Gen 4 on PCIe 16x Gen 3 Mode dengan RX5700 PCIe Gen 4 on PCIe 16x Gen 4 Mode dengan 3DMark PCI Express Feature Test, di mana di Gen 3 menghasilkan Bandwidth 14.39 GB/s sementara di Gen 4 sebesar 22.04 GB/s.

Untuk pengujian SSD menggunakan CrystalDisk Mark, kembali kami bandingkan performanya ketika menggunakan PCIe Gen3 x4 dan PCIe Gen 4 x4. Namun demikian, secara nyatanya, kami tidak menemukan perbedaan yang begitu besarnya ketika menggunakan PCIe Gen 3, setidaknya untuk generasi SSD yang terbaru saat ini.

 

RAM Performace â€" XMP/DOCP

Sebagai informasi lebih dulu, ASUS menamakan XMP pada sistem mereka dengan nama DOCP, yang bisa ditemukan dalam BIOS. Jadi, jangan bingung bila tidak menemukan menu XMP ketika masuk ke BIOS. Cari saja D.O.C.P dan pilih profil XMP RAM untuk menjalankan RAM di kecepatan yang seharusnya.

Sebagai catatan untuk RAM di Ryzen 3000 Series/Zen 2, untuk mencapatkan latency rendah, sangat disarankan untuk menggunakan konfigurasi yang memungkinkan DRAM Clock dan FCKL berjalan di rasio 1:1, dalam hal ini kecepatan RAM maksimal 1800 MHz/DDR4-3600. Untuk kecepatan di atas itu, rasio yang berbeda akan digunakan dan itu berpengaruh ke latency. Perbandingan performa yang ditampilkan berikut ini memperlihatkan bagaimana latensi bisa didapatkan lebih rendah dan lebih optimal ketika mengaktifkan FCLK dalam mode 1:1.

 

RAM Performace â€" 2x8GB vs 4x8GB

Perbandingan berikutnya adalah dengan membandingkan antara pilihan menggunakan 2x 8GB (Dual Channel, 1-DIMM per Channel) atau 4x 8GB (Dual Channel 2-DIMM per Channel). Tes singkat memperlihatkan bagaimana konfigurasi 2x 8GB memiliki kompabilitas yang lebih baik, latensi lebih rendah, tetapi menghasilkan Copy Bandwidth lebih kecil. Namun, konfigurasi menjadi konfigurasi yang lebih disarankan oleh kami untuk digunakan, karena lebih mudah untuk dicapai. Tapi bukan berarti konfigurasi 4x 8GB ini tidak baik, karena konfigurasi ini bisa memberikan Copy Bandwidth yang lebih tinggi untuk performa, walau harus dibayar dengan latensi yang lebih tinggi, dan itu mungkin akan dibutuhkan untuk skenario tertentu.

CPU Performance â€" Prosesor Ryzen 9 3950X & ASUS APE

Setelah membahas soal RAM, pengujian berikutnya adalah mengukur performa dari prosesor, di mana pengujian ini digunakan untuk melihat apakah ada fungsi peningkatan performa dari motherboard untuk meningkatkan peforma dari prosesor.

Benchmark yang kami gunakan untuk mengujinya adalah dengan Cinebench R15, di mana hasilnya bisa terlihat dari screenshot di bawah ini.

Sementara untuk meningkatkan performa, ASUS memberikan fitur APE (ASUS Performance Enchancement), di mana fitur tersebut bisa diakses melalui BIOS. Dan ketika APE ini diaktifkan, bisa dikatakan bahwa semua power limit yang membatasi akan dibuka, sehingga terlihat pada hasil Cinebench R15 berikut ini seperti apa performa yang kemudian didapatkan, terutama pada skor Multi Thread-nya.

Konsumsi Daya Total Sistem (CPU di-Load, GPU Idle)

Untuk pengujian berikutnya, kami melihat bagaimana besarnya konsumsi daya yang dipakai ketika menjalankan benchmark Cinebench R15. Kami membandingkan konsumsi daya yang dipakai dalam mode Default, kemudian ketika ASUS APE dinyalakan, dan ketika melakukan OC manual ke 4.2Ghz 1.25V.

VRM ‘Torture Test’

Untuk pengujian “menyiksa” VRM, pengujian dilakukan dengan menjalankan Prime95 dengan konfigurasi Small FFT yang dijalankan selama 30 menit sembari melihat suhu kerjanya. Setelah 30 menit, suhu kerja yang didapatkan adalah sebesar 56 derajat Celcius. Kemudian pengukuran suhu berikutnya dilakukan sembari menyalakan ASUS APE, di mana tercapai suhu di 84 derajat Celcius.

suhu tanpa ASUS APE
suhu dengan ASUS APE
suhu di area kabel

Software â€" Armoury Crate â€" AURA SYNC, dan AI Noise Cancelling

Motherboard ASUS umumnya memiliki fitur dan software yang tergolong banyak, di mana kami akan membahas sedikit dari beberapa fitur tersebut yang bisa diakses lewat ASUS Armory Crate. Pada Armory Crate ini, pengguna bisa mengakses fitur yang disebut AURA Sync di mana pengguna bisa mengatur sendiri lampu LED RGB-nya sesuai dengan efek yang mereka inginkan.

Kemudian ada fitur baru yang disebut sebagai AI Noise Cancelling. Fitur ini sendiri bisa digunakan untuk mengurangi suara bising atau berisik ketika digunakan untuk bermain game maupun ketika tengah melakukan video/voice chat, dengan bergantung kepada algoritma AI.

Untuk penjelasan yang jauh lebih lengkap, bisa langsung simak video yang dibawakan oleh Alva Jonathan berikut ini:

Itulah tadi informasi mengenai Review ASUS TUF Gaming B550M Plus WiFi: Board Menengah, Naik Kelas oleh - informasiamd.best dan sekianlah artikel dari kami informasiamd.best, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar